Minggu, 10 Februari 2013

Pengertian dan Contoh Diagram Modeling atau UML


Membuat suatu aplikasi tidak cukup hanya dengan ide lalu langsung menuangkannya begitu saja ke dalam kodingan pemprograman. Semakin kompleks suatu aplikasi yang akan dibuat maka aka semakin sulit mencapai target jika tidak ada design yang bagus dari aplikasi tersebut. Salah satu bagian design apliaksi adalah penggunaan diagram modelling.
Ada banyak diagram modelling yang dapat kita gunakan, salah satu yang cukup populer adalah UML. Namun begitu, tidak semua diagram modelling cocok dengan apa yang akan kita rancang. Saya disini tidak akan menjelaskan panjang lebar mengenai apa itu diagram modelling atau UML, untuk bahan pembelajaran UML silakan klik link ini. Di artikel ini akan saya jelaskan apa yang dapat kita lakukan untuk menggambarkan suatu proses yang terjadi dalam sistem dengan menggunakan 4 diagram dibawah ini:
  1. Work Flow Diagram
  2. Use Case Diagram
  3. Activity Diagram
  4. Flow Chart
Pertama-tama mari kita mulai dari studi kasus, kita ambil contoh sebuah perusahaan sedang ingin membuat aplikasi pembukuan keuangan perusahaan. Sebelum adanya aplikasi, proses pembukuan masih manual, lihat gambar dibawah untuk lebih jelasnya:workflow_old
Sistem yang lama membutuhkan proses yang memakan waktu dari tahap pengumpulan data hingga hasil pembukan sampai ke manager. Lalu setelah beberapa pertimbangan diputuskan oleh internal perusahaan, sistem yang lama akan diubah menjadi menggunakan program untuk membantu pembukuan. Alur sistem pembukuan yang baru menjadi:workflow_new

Membuat Database MySQL Kemudian Menjadikannya ERD Secara Otomatis Menggunakan MySQL Workbench


Reverse Engineering

Okeh kita mulai saja tahap untuk reverse engineering, lakukan langkah berikut:
  1. Jalankan MySQL Workbench
  2. Klik Create EER Model from Existing Database di kolom Data Modelling
  3. Akan muncul tampilan untuk memilih koneksi database, pilih koneksi localhost di Stored Connection yang sudah dibuat sebelumnya
  4. Klik tombol Next
  5. Klik tombol Next lagi setelah proses selesai
  6. Pilih database-database yang ingin di reverse engineer, untuk sekarang pilih database test_db yang sudah kita buat sebelumnya, lalu pencet Next
  7. Klik tombol Next lagi setelah proses selesai
  8. Klik Next lagi……… smoga pembaca gak bosen-bosen buat pencet tombol next, next, next hehe
  9. Akan muncul tampilan seperti di bawah ini:
    Pemilihan objek untuk reverse engineer
  10. Untuk sekarang kita tidak perlu mengotak-atik apa-apa langsung saja klik tombol Execute
  11. Setelah proses selesai klik tombol Next, lalu klik tombol Finish
That’s it hehe, gak sulit untuk melakukan reverse engineer di MySQL Workbench kan. Anda sekarang bisa men-save diagram ER hasil reverse engineering.

Sinkronisasi Database

Sekarang kita akan mencoba untuk melakukan sinkronisasi antara database yang ada di server MySQL kita dengan diagram EER yang kita buat di MySQL Workbench. Dengan melakukan ini kita tidak perlu lagi untuk melakukan update manual di database MySQL kita ketika kita mengubah diagram EER dari database tersebut.

Membuat ERD Kemudian Menjadikannya Database MySQL

Pada tutorial kali ini kita akan membuat ERD menggunakan MySQL Workbench kemudian hasil ERD tersebut nanti akan dibuat menjadi Database di MySQL


Membuat Model EER

Berikut adalah tahap-tahap pembuatan model EER di MySQL Workbench:
  1. Jalankan MySQL Workbench
  2. Klik Create new EER Model di kolom Data Modelling
  3. Klik 2 kali pada database default yang dibuat otomatis, yaitu mydb
  4. Pembuatan Model EER
  5. Akan muncul properti dari database mydb di bagian bawah
  6. Ubah nama databasenya dari mydb mejadi test_db (sebetulnya terserah anda, tapi di tutorial ini saya menggunakan test_db sebagai nama databasenya)
  7. Klik 2 kali di Add Diagram di daftar EER Diagrams,  jika muncul popup pilih Yes saja
  8. Anda sekarang berada editor model EER, di bagian kiri terdapat toolbar untuk membuat model EER, disini saya hanya akan menjelaskan tool-tool yang digunakan di tutorial ini, jika anda ingin membaca deskripsi lengkap masing-masing tool anda bisa melihatnya di link ini

Mengkoneksikan MySQL Workbench ke Database MySQL

Entah masih berlaku nggak postingan ini tetapi dishare aja buat referensi agan-agan semua, soalnya MySQL Workbench yang keluaran terbaru sudah terkoneksi secara otomatis ke database MySQL lokal.


Mungkin masih banyak programmer atau database administrator di Indonesia yang menggunakan query manual atau menggunakan tool pembantu seperti MySQL Administrator atau phpmyadmin untuk manajemen database MySQL. Tapi bayangkan jika tabel database anda mencapai puluhan atau bahkan ratusan ditambah dengan relationship yang kompleks dan indexing dimana-mana.

Tutorial berseri kali ini membahas mengenai solusi dari masalah di atas. Tutorial ditujukan untuk pemula di bidang manajemen database yang masih menggunakan teknik manual.

Sebelum saya mulai menulis panjang lebar di tutorial ini, lihatlah contoh di bawah ini:

Klik gambar untuk memperbesar

Jumat, 11 Januari 2013

Koneksi Visual Basic 6 ke Database Access .mdb menggunakan ADODB



Kemarin sudah tutorial koneksi ke database MySQL, sekarang koneksi ke database access. Siapa tau masih dibutuhkan.

Oke to the point :
Buatlah database di access
Buat table dengan nama tabel Siswa
Dengan pengaturan field sebagai berikut :
NIS
Nama_Siswa
Jenis_Kelamin
Alamat
1
Arik Subagia
Laki-laki
Jalan Hang Tuah
2
Krisna Suryana
Laki-laki
jalan Drupadi
3
Angelina Jolie
Perempuan
Jalan menuju amerika

Kemudian Siapkan 1 form dan 1 datagrid


Rabu, 09 Januari 2013

Hanya Nomor yang bisa di input



Anda ingin membuat sebuah text box yang hanya bisa di ketikkan berupa data angka saja, biasanya untuk no hp atau nominal uang. Mungkin coding ini bermanfaat untuk anda.

Langkah-langkahnya :
Buatlah 1 form dengan 2 textbox

Membuat Efek Transparant Form



Untuk mempercantik program anda, pernahkan anda ingin membuat form Splash Screen atau form about anda transparan? berikut contoh untuk membuat form menjadi transparan dan timbul kembali, kemudian tampil form berikutnya.

Langkah-langkahnya :
1. Bukalah form1 dan tambahkan timer1 enable=true dan interval=1
2. Tambahkan timer2 pada form dengan enable=false dan interval=1
3. Lalu copykan coding berikut ini pada form anda: